Berita

Kegiatan Pelatihan, Bimbingan Teknis dan Pendampingan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Asmat, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, giat Pelatihan, Bimbingan Teknis dan Pendampingan pelaku usaha ekonomi Kreatif, di Aula Paroki Kristus Raja Mbait, kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, Senin, 22 Juni 2026.

‎Kegiatan ini dibuka  langsung oleh Staf ahli Bupati Yuli Rasdi, di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Matheus Metemko, S.Pd.M.Pd.

‎Staf Ahli Bupati Yuli Rasdi dalam sambutan menyampaikan, atas nama pemerintah kabupaten Asmat, menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan narasumber serta semua pihak yang  telah menginisiasi dah mendukung penuh terlaksana kegiatan strategis ini.

‎lanjut Yuli Rasdi, Kabupaten Asmat telah lama dikenal internasional karena keunikan seni budaya, Ukuran kayu Asmat bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan sebuah mahakarya yang sarat akan nilai Spritual sejarah, dan jati diri orang Asmat, begitu pula dengan anyaman, kuliner lokal, hingga potensi Pariwisata yang melimpah.

‎namun, di erah modern dan digitalnya kita saat,dihadapkan pada tantangan yang besar, potensi yang luar biasa ini, memberikan tidak akan memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat jika dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

‎staf Ahli Bupati berharap kepada pelaku ekonomi kreatif di Asmat, tidak hanya sekedar memproduksi, tetapi juga mulai memahami, Inovasi Produk, bagaimana mengemas produk agar lebih menarik tanpa menghilangkan nilai Autentik Asmat, Manajemen usaha, bagaimana mengelola keuangan usaha dengan lebih baik dan mandiri, memanfaatkan teknologi, bagaimana memanfaatkan pasar digital (E-commerce) dan media sosial untuk mengenalkan produk Asmat ke kanca yang lebih luas, bahkan Nasional.

‎Yuli Rasdi juga berpesan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni belakang, tetapi harus ada pendampingan, artinya setelah pelatihan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mengawal, membimbing dan membantu para peserta sampai mereka benar-benar mandiri dan mampu bersaing. tutup Yuli Rasdi.